Kota Pematang Siantar terletak diantara 2º54'40'' - 3º01'09'' LU dan 99º01'10''-99º06'23'' BT. Posisi Kota Pematang Siantar ada dibagian Timur Propinsi Sumatera Utara pada ketinggian tempat 400 m diatas permukaan laut dan kondisi wilayah relatif bergelombang. Luas wilayah Kota Pematang Siantar 79,971km² secara administratif terdiri dari 6 Kecamatan dan 43 Kelurahan dengan jumlah penduduk 241.480 jiwa (sumber dari http://www.pematangsiantar.com/).
Kota ini dihuni berbagai etnis dan agama (baca "Riwayat saya-kota Siantar dan perbedaan di http://www.karyantajsinulingga.blogspot.com/), kota ini terbiasa dengan kehidupan pluralisme, kota ini hidup karena menghargai perbedaan, kota ini bisa berdamai dengan ketidaksamaan. Tapi kota ini tidak berkembang secara ekonomi, sehingga ditingalkan generasinya dan pergi ketanah rantau. Padahal potensi ekonomi kota ini cukup bagus karena dikelilingi kabupaten & kota yang kaya (terutama Siamlungun, Asahan, Tebing Tinggi, dll) dan merupakan lintasan ke salah satu warisan keajaiban dunia: danau Toba, sebenarnya kota ini bisa dibangun seperti konsep membangun negeri Singapore menjadi kota lintasan, dengan keunggulan multi etnis dan agama sehingga secara psikologis hambatan membangun kota ini menjadi kota trading/dagang relatif lebih gampang. Karena masyarakatnya sudah terbisa menerima perbedaan.
Disalah satu bagian kota ini terletak markas militer yang namanya selalu berubah - ubah (dari RINDAM berubah menjadi KODIKLAT, dst) tetapi anak-anak yang terlahir sekitar tahun 1960 - an saat bapak mereka tugas dikesatuan pendidikan para tentara ini tetap menyebutnya "RINDAM" singkatan dari Resimen Induk Kodam dan tempat inilah para orang tua mereka mengabdi sebagai pelatih tentara dengan pangkat mulai dari prajurit sampai perwira menengah dan saat ini diantara anak-anak tentara RINDAM ada yang bertempat tingga di sekitar JABODETABEK menjadi perantau, karena rindu akan tempat dibesarkan, mereka membentuk kumpulan sosial (komunitas) dalam bentuk arisan "mantan anak RINDAM Pematang Siantar" yang ketuai oleh Binsar Simanjuntak, dalam perjalanan dibutuhkan juga suatu wadah berbisnis (wadah ekonomi) anak-anak ini (yang saat sekarang rata-rata sudah berusia diatas 35 an tahun) membentuk koperasi dengan nama "Koperasi Mantan Anak RINDAM Pematang Siantar" disingkat menjadi "KOMARIS" yang diketauai oleh Eddy Sanusi Silitonga dan kedua komunitas ini di Seketarisi oleh Anto Ginting , dengan bisnis utamanya simpan pinjam dan distribusi barang (distribusi AMDK merek MECIHO), dalam perjalanan waktu banyak teman-teman mereka yang berasal dari Kota Pematang Siantar yang dibesarkan bukan di lingkungan RINDAM Pematang Siantar yang ingin bergabung, inilah cikal bakal "Par SIANTAR & Par RINDAM" sebagai tempat berkumpul dan bersosialisasi sebagai orang yang besar dari kota yang sama "Pematang Siantar" .
Kota ini dibaratkan sebuah kota yang kelihatannya sebagai kota matahari terbenam, kota ini ditinggal generasi mudanya dan pergi merantau seperti umumnya kota-kota diluar Jakarta. Kota ini indah tapi sebentar lagi akan gelap karena generasi mudanya yang produktif pergi meninggalkannya dan generasi yang tinggal mempunyai culture lama tidak melihat peluang yang ada yang diberikan kota yang indah ini, mereka megharapkan ada sang Dewa datang membawa kebahagiaan. Dari generasi yang merantau ada pengalaman baru didapatkan, ditanah perantauan mereka bisa kerja keras dan tahan banting, ada yang sudah di perantauan menjelang seperampat abad dengan kondisi yangmemprihatinkan (hidup pas-pasan) tetapi mereka masih bisa bertahan, ini yang mungkin sulit ditemukan pada generasi muda yang tinggal di tempat asal, padahal potensi yang ada untuk hidup lebih baik masih banyak disediakan kota ini.
Dengan adanya komunitas ini diharapkan generasi yang tahan banting diperantauan ini mau kembali ke Pematang Siantar dengan bekal pengalaman membangun ekonomi lebih baik dan mengambil peluang yang diberikan kota ini kepada generasinya. Dengan komonitas "Par SIANTAR & Par RINDAM" mereka belajar berorganisasi dan belajar mengembangkan ekonomi untuk bekal kembali ke tanah yang mebesarkan mereka ke kota yang mereka tinggalkan kota yang indah seperti matahari yang akan terbenam dan sebentar lagi akan gelap. Dengan kota ini di isi oleh generasi yang mau membangun pribadi-pribadi unggul diharapkan saat malam tiba masih indah, masih ada kehidupan dimalam hari, kota ini tidak tertidur hanya bisa bermimpi. Dan kota ini menjadi "terang dan bebas dari kegelapan". Semoga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar